Get Adobe Flash player
JADWAL SHALAT  Subuh 04:35 WIB | Dzuhur 11:47 WIB | Ashar 14:59 WIB | Maghrib 17:49 WIB | Isya 18:54 WIB

Forum Penulis (FOLIS LINE)

Jerat Narkoba Merajalela, Bandar Pantas Dihukum Mati

Tampaknya ringannya hukuman inilah yang membuat Indonesia bagaikan surga bagi para pengedar narkoba untuk meraup keuntungan yang besar.

Kamis, 14 Februari 2013 12:25 |
Jerat Narkoba Merajalela, Bandar Pantas Dihukum Mati
BIlustrasi bandar narkoba
Semarang,POL

NARKOBA lagi, narkoba lagi. Berapa banyak kasus narkoba di Indonesia yang sudah terungkap, namun sepertinya kasus penyalahgunaan narkoba seperti tak ada habisnya.

Sudah berapa artis, yang jadi public figure, harus berurusan dengan pihak berwajib karena main-main dengan barang haram tersebut. Belakangan ini yang sedang hot adalah kasus artis yang sedang naik daun ditangkap BNN ketika menggelar pesta narkoba di rumahnya.

Kasus narkoba di Indonesia sepertinya telah mencapai level yang sangat mengkhawatirkan. Narkoba telah merasuki kehidupan di segala kalangan masyarakat, anak-anak, remaja, aparat, pejabat, artis bahkan kalangan penegak hukum.

Tercatat beberapa hakim tertangkap basah sedang menggunakan shabu-shabu, seperti hakim Puji dan hakim Iskandar Agung yang juga bertindak sebagai pengedar. Betapa hebatnya narkoba berhasil memasuki kehidupan seseorang dan menghancurkan masa depannya.

Melihat kenyataan seperti ini, sudah seharusnya pemerintah memberlakukan darurat narkoba dan menjadikannya sebagai kejahatan luar biasa. Hukuman yang berat harus dijatuhkan agar orang tidak mencoba-coba memakai barang haram tersebut. Hukuman mati juga sudah sepantasnya bagi bandar dan pengedar narkoba, karena merekalah yang berperan besar menghancurkan hidup dan masa depan generasi muda. Hukuman ini harus memperoleh perhatian khusus dari pemerintah, karena tampaknya ringannya hukuman inilah yang membuat Indonesia bagaikan surga bagi para pengedar narkoba untuk meraup keuntungan yang besar.

Saya merasa prihatin dengan kondisi ini dan menghimbau para orang tua agar semakin waspada dalam memantau perkembangan dan pergaulan anak-anak kita. Jangan sampai lengah.

Aparat polisi dan TNI, bekerja sama dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) atau Badan Narkotika Kabupaten/Kota (BKK) bisa menggiatkan sosialisasi ke sekolah-sekolah, instansi pemerintah maupun masyarakat umum tentang narkoba dan bahayanya agar semua pihak memperoleh pengetahuan yang benar dan paham akan resiko yang dihadapi. Lebih baik mencegah sebelum terlambat.

Yusnita Robana

Asrama Kodam IV/Dip

Jatingaleh, Candisari, Semarang

Dibaca 1229 kali

Tinggalkan komentar....
Forum Penulis (FOLIS LINE)
Perbedaan Awal Ramadhan Rahmat Atau Laknat ?

Perbedaan Awal Ramadhan Rahmat Atau Laknat ?

Sejak dulu perbedaan awal Ramadhan bukan masalah beda metode antara rukyat dan hisab.